Jumat, 22 April 2016

Sepenggal momen Penelitian Skripsi di SMAN 1 PANGURURAN

Salam Bio...
Ketika seorang insani menempuh jenjang pendidikannya di tingkat perguruan tinggi, satu hal yang mesti dilalui adalah menyusun tugas akhir yakni skripsi. Untuk menyusun skripsi barang tentu harus melakukan penelitian. Tak terkecuali saya, salah satu mahasiswa PTN di Sumatera Utara yang berstatus mahasiswa tingkat akhir. Setelah melalui proses sempro alias seminar proposal, maka disinilah dilanjutkan dengan penelitian.
Saya melakukan penelitian di sekolah tercinta sekolah almamater saya dulu, di SMA NEGERI 1 PANGURURAN. Bila ada yang ngak kenal tempatnya silahkan tanya sama oppung google ( hehe)
Ternyata apa yang saya khawatirkan gak seperti apa yang saya peroleh ketika disana. Para guru, pegawai dan siswanya sangat ramah dan mendukung saya terlebih karna nereka tau saya alumni sekolah tersebut. Terlebih guru pamong saya yang baik dan pengertian atas tugas yang sedang saya lakukan. 
Tibalah hari dimana saya akan melaksanakan pembelajaran di dalam kelas. Kelas eksperimen yang saya pakai adalah kelas XI IPA 2 dan XI IPA 4. Kebetulan hari pertama saya masuk di kelas XI IPA 4. Saya pun diantar guru pamong ke kelas. Wah, suasana kelas seperti ini mengingatkanku ketika PPL di SMA NEGERI 1 SILAEN. Apalagi dengan kelas yang sama yang saya favoritkan dulu :-)
Namun, betul apa yang dikatakan teman saya, bahwa lain kepala pasti lain karakter. Dengan jumlah yang 33 orang punya karakter masing masing yang berbeda pula. Ada yang terlalu agresif, ada yang pendiam, ada yang suka mengganggu temannya, dan ada pula yang suka cari perhatian(hihihihi)
Salah satu dari mereka yang paling saya ingat namanya adalah Aldi. Mungkin karena saya punya kemampuan cepat mengingat nama makanya bisa saya hapal namanya. Dan juga tingkahnya yang unik namun tidak merugikan pihak siapa pun( bisa pulak).
Kelas ini mengajarkanku arti kepedulian dan belajar respect terhadap orang lain. Hal yang mengajarkan belajar membuka hati untuk menerima kelemahan orang lain dan menutupinya dengan kelebihan yang kita miliki. Melalui belajar kooperatif yang saya tawarkan, mereka bisa saling suport dan membantu memahami materi yang saya sampaikan.
Sungguh menyenangkan namun berat tanggung jawab sosok guru, bukan hanya sekedar berperan sebagai penyalur informasi namun harus mampu membentuk karakter dan tingkah laku siswa.

*Seperti piano yang pabila dimainkan oleh sembarang orang maka suara yang dihasilkannya akan jelek. Namun bila piano dimainkan oleh orang yg eksis di bidangnya maka suaranya akan menghasilkan untain nada yang indah dan merdu. (Irdapoenya)